Jenewa, Swiss bertanya.id — Indonesia resmi terpilih sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (Dewan HAM PBB) untuk pertama kalinya sejak lembaga tersebut dibentuk. Penetapan dilakukan dalam sidang Dewan HAM PBB di Jenewa, Kamis (8/1).
Jabatan Presiden Dewan HAM PBB akan diemban oleh Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di Jenewa, Duta Besar Sidharto Reza Suryodipuro. Dalam masa kepemimpinannya, Indonesia mengusung tema “A Presidency for All” yang menekankan pentingnya pendekatan inklusif, dialog, dan penguatan konsensus antarnegara anggota.
Melalui tema tersebut, Indonesia menyatakan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas kerja Dewan HAM PBB serta menjaga kredibilitasnya sebagai forum utama penegakan dan promosi hak asasi manusia dalam sistem multilateral. Pendekatan ini juga diharapkan mampu menjembatani perbedaan pandangan antarnegara dalam menyikapi berbagai isu HAM global.
Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB dipandang sebagai pengakuan atas peran aktif diplomasi Indonesia dalam isu hak asasi manusia, baik di tingkat regional maupun global. Selama ini, Indonesia dikenal mendorong penyelesaian isu HAM melalui dialog konstruktif, kerja sama teknis, dan prinsip non-selektivitas.
Ke depan, kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB akan diuji oleh sejumlah agenda besar, termasuk penanganan krisis kemanusiaan dan pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia. Indonesia diharapkan mampu menjalankan peran presidensinya secara objektif dan imparsial, sekaligus memperkuat kepercayaan negara-negara anggota terhadap Dewan HAM PBB.(*)
Red.