zmedia

Libur Tanpa Bayar, Kepedulian Mengalir di Kebun Binatang Bandung


Bandung, bertanya.id - Kebun Binatang Bandung kembali dipadati pengunjung. Ribuan warga dari berbagai penjuru kota membuktikan satu hal sederhana: masyarakat masih sangat membutuhkan ruang hiburan yang terjangkau, ramah keluarga, dan dekat dengan alam. Bandung — Sabtu, 25 Desember 2025

Menariknya, pada momen libur akhir tahun ini, pengelola Kebun Binatang Bandung memberlakukan tiket masuk gratis. Sebagai gantinya, pengunjung diajak berdonasi secara sukarela melalui program “Saridhona”, sebuah gerakan gotong royong yang ditujukan untuk mendukung kesejahteraan satwa serta para karyawan kebun binatang.

Alih-alih mengantre di loket tiket, pengunjung tampak antusias memasukkan donasi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang menyumbang dalam nominal kecil, ada pula yang memberikan lebih, dengan tujuan yang sama: membantu keberlangsungan hidup hewan dan para pekerja yang selama ini merawatnya.

Suasana kebun binatang pun berubah menjadi lautan manusia. Anak-anak tampak gembira menyaksikan gajah dan jerapah, orang tua sibuk mengabadikan momen kebersamaan, sementara pedagang kecil di sekitar lokasi turut merasakan dampak positif dari ramainya pengunjung. Di tengah hiruk pikuk tersebut, Kebun Binatang Bandung menjelma bukan sekadar tempat wisata, melainkan ruang pertemuan warga kota.

Program donasi Saridhona dinilai sebagai pendekatan yang lebih humanis. Selain membuka akses hiburan gratis bagi masyarakat, skema ini juga menumbuhkan kesadaran bahwa kesejahteraan satwa tidak dapat dilepaskan dari kepedulian publik.

“Kita rawat bersama, agar bisa hidup bersama,” ujar salah seorang pengunjung, menggambarkan semangat kebersamaan yang terasa kuat sepanjang hari itu.

Keramaian pada Sabtu siang tersebut sekaligus menjadi pesan tak tertulis bagi para pengambil kebijakan: warga Bandung merindukan hiburan yang murah, sehat, dan inklusif. Dengan segala keterbatasannya, Kebun Binatang Bandung pada hari itu berhasil menjawab kebutuhan tersebut—tanpa tarif, namun penuh empati.(*)


Red.