zmedia

Sampah Organik Dominasi Bandung, Produksi Harian Tembus 1.496 Ton



Bandung, bertanya.id — Sampah organik masih menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah di Kota Bandung. Dari total produksi sampah harian yang mencapai rata-rata 1.496 ton, sebanyak 44,52 persen berasal dari sisa makanan, sayuran, buah-buahan, dan dedaunan.

Data tersebut mencuat di tengah meningkatnya penumpukan sampah di sejumlah pasar dan tempat pembuangan sementara (TPS) selama libur panjang. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mencatat tumpukan sampah di Kota Bandung sempat mencapai sekitar 1.300 ton akibat terbatasnya kapasitas pengangkutan ke TPA Sarimukti.

Saat ini, volume sampah yang dapat diangkut ke Sarimukti berkisar 799 hingga 979 ton per hari. Sisanya ditangani melalui pengolahan di tingkat kota dan kegiatan daur ulang.

Selain sampah organik, plastik menjadi jenis sampah terbesar kedua dengan kontribusi 16,70 persen. Adapun sampah kertas dan karton menyumbang 13,12 persen dari total timbulan sampah harian.

Komposisi tersebut menunjukkan mayoritas sampah Kota Bandung berasal dari aktivitas rumah tangga dan perdagangan. Beban pengelolaan juga bertambah dengan adanya limbah organik dari program Makan Bergizi Gratis yang diperkirakan menambah 50–60 ton sampah per hari.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengatakan tumpukan sampah di Kota Bandung diperkirakan mencapai 1.300 ton atau sekitar 1.600 meter kubik.

Salah satu titik penumpukan terbesar berada di Pasar Ciwastra, Kecamatan Buahbatu. Tumpukan sampah di kawasan tersebut sempat mengganggu aktivitas perdagangan dan mobilitas warga.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kini mempercepat pengangkutan sampah ke TPA Sarimukti sekaligus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya. Langkah itu ditempuh untuk menekan penumpukan yang terus terjadi seiring tingginya produksi sampah harian di Kota Bandung.(*)