KOTA CIMAHI, BERTANYA.ID – Program pelatihan kerja yang digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jawa Barat dinilai menjadi langkah strategis dalam mencetak wirausaha baru sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat di tengah ketatnya persaingan dunia usaha.
Anggota Komisi I DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi PDI Perjuangan, Rafael Situmorang, mengapresiasi pelatihan keterampilan yang diberikan kepada masyarakat, mulai dari tata boga hingga barista. Menurutnya, pelatihan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan teori, tetapi juga membangun kemampuan praktis yang bisa langsung diterapkan menjadi peluang usaha.
“Harapannya peserta memiliki skill yang benar-benar bisa digunakan. Setelah pelatihan selesai mereka dapat mandiri, membuka usaha sendiri, dan meningkatkan taraf hidup,” ujar Rafael.
Ia menilai keterampilan kerja menjadi modal utama bagi masyarakat agar mampu bersaing dan tidak selalu bergantung pada lapangan pekerjaan formal. Dengan kemampuan yang dimiliki, peserta diharapkan dapat menciptakan peluang ekonomi baru di lingkungannya.
Selain peningkatan kemampuan, Rafael juga menekankan pentingnya dukungan permodalan bagi pelaku usaha kecil yang baru berkembang. Ia berharap lembaga perbankan maupun pihak terkait dapat lebih memberi perhatian kepada sektor usaha mikro dan kecil.
“Kami berharap usaha-usaha kecil seperti ini juga mendapat dukungan. Jangan hanya usaha besar saja yang diperhatikan, karena UMKM punya potensi besar untuk tumbuh,” katanya.
Program pelatihan Disnaker Jabar sendiri diikuti masyarakat yang telah melalui proses pendaftaran terbuka. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta menekan angka pengangguran melalui pelatihan berbasis keterampilan.
Dengan adanya pelatihan tersebut, pemerintah berharap lahir pelaku usaha baru yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat lokal. (Angga)

