Bandung, bertanya.id - Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal peringatan Hari Buruh Internasional atau Mayday secara damai, tertib, dan kondusif.
Ajakan tersebut disampaikan Ketua FKPPI Kota Bandung, Adde Mararip, menjelang peringatan Mayday yang diperingati setiap 1 Mei. Menurut dia, buruh memiliki hak menyampaikan aspirasi sebagai bagian dari demokrasi dan pembangunan bangsa.
“Suara buruh bagian dari demokrasi dan membangun bangsa,” kata Adde dalam keterangannya.
Ia mengatakan perjuangan buruh untuk mendapatkan kesejahteraan merupakan bagian dari perjuangan menciptakan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, penyampaian aspirasi dinilai perlu dilakukan dengan cara yang santun, aman, dan damai.
FKPPI Kota Bandung juga mengimbau seluruh peserta aksi agar menghindari tindakan provokatif yang dapat memicu gangguan keamanan maupun memecah persatuan di tengah masyarakat.
“Tolak segala bentuk provokasi yang memecah persatuan,” ujarnya.
Menurut Adde, momentum Mayday seharusnya menjadi ruang memperkuat solidaritas antara buruh, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa. Ia menilai suasana yang kondusif akan membantu aspirasi pekerja tersampaikan dengan baik tanpa mengganggu ketertiban umum.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, aparat kepolisian, dan TNI dalam menjaga keamanan selama rangkaian kegiatan Mayday berlangsung.
“Bersama masyarakat, aparat kepolisian, dan TNI bersinergi menjaga ketertiban dan kedamaian,” katanya.
FKPPI Kota Bandung berharap peringatan Hari Buruh tahun ini dapat berlangsung aman dan menjadi momentum memperkuat kebersamaan demi mendukung Indonesia yang adil, sejahtera, bersatu, dan maju.
“Kawal Mayday yang damai untuk Indonesia yang maju,” kata Adde.(*)
Red.