Bandung, bertanya.id - Anggota DPRD Kota Bandung, Muhamad Syahlevi Erwin Apandi, menindaklanjuti laporan warga terkait jalan berlubang di RW 15, Kelurahan Babakan Surabaya. Keluhan itu disampaikan masyarakat karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengendara dan kerap memicu kemacetan di jam sibuk. Bandung, Jumat 27 February 2026
Menurut Syahlevi, laporan diterima melalui komunikasi langsung dari warga setempat. Ia kemudian meneruskan aduan tersebut kepada dinas teknis di lingkungan Pemerintah Kota Bandung untuk segera dilakukan pengecekan lapangan. “Begitu ada laporan, kami langsung koordinasi. Infrastruktur dasar seperti jalan menyangkut keselamatan warga,” ujarnya.
Tak lama berselang, petugas dari dinas terkait turun ke lokasi untuk melakukan penanganan. Selain menutup sejumlah lubang yang tersebar di badan jalan, perbaikan juga mencakup penambahan material dan perapihan permukaan agar lebih rata. Langkah itu dilakukan untuk memastikan kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan aman.
Warga RW 15 menyambut positif perbaikan tersebut. Sebelumnya, mereka khawatir kerusakan jalan dapat menyebabkan kecelakaan, terutama saat malam hari dan ketika hujan turun. Beberapa warga juga menyebut kondisi jalan yang rusak sudah berlangsung cukup lama sebelum akhirnya dilaporkan secara kolektif.
Syahlevi mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat yang tidak ragu menyampaikan aspirasi. Ia menilai kolaborasi antara warga dan pemerintah menjadi kunci percepatan penyelesaian persoalan di tingkat lingkungan. “Terima kasih atas kepedulian warga. Aspirasi yang disampaikan dengan baik akan lebih mudah ditindaklanjuti,” kata dia.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap kondisi infrastruktur lingkungan akan terus dilakukan. Menurut dia, perawatan jalan secara berkala penting agar kerusakan tidak berulang dan anggaran perbaikan bisa lebih efisien.
Perbaikan di Babakan Surabaya menjadi salah satu contoh respons cepat terhadap aduan masyarakat. Pemerintah daerah diharapkan dapat menjaga konsistensi penanganan serupa di wilayah lain yang menghadapi persoalan infrastruktur dasar.(Hyt)