Bandung, bertanya.id - Ramadhan di Masjid Al-Munawwaroh, Jalan Kampus III RT 03 RW 08 Babakansari, Kiaracondong, Bandung, selalu menghadirkan momen hangat dan penuh kebersamaan. Minggu, 22 Februari 2026, jamaah kembali berkumpul untuk buka bersama (bukber) gratis. Takjil berupa kurma, gorengan hangat, dan teh manis disediakan sejak puasa pertama hingga terakhir, menjadi simbol sederhana namun bermakna tentang berbagi di bulan suci.
Sebelum adzan maghrib berkumandang, jamaah mengikuti kultum singkat tujuh menit yang menyejukkan hati, diikuti shalat berjamaah yang mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kang Ustadz Iman, yang dipercayakan membagikan hidangan, menuturkan, “Momen berbuka di sini lebih dari sekadar makan. Saya melihat senyum di wajah jamaah, mendengar tawa anak-anak, dan merasakan kebersamaan yang tulus. Itu yang membuat setiap persiapan takjil terasa ringan, karena semuanya dilakukan dengan hati.”
Kegiatan bukber ini rutin didukung oleh jamaah dan warga RW 08, dan kini menjadi tradisi yang dinanti setiap tahunnya. “Ramadhan mengajarkan kita untuk peduli satu sama lain,” lanjut Kang Ustadz Iman. “Di sini, setiap kurma yang dibagikan bukan hanya untuk mengisi perut, tapi juga untuk menghangatkan hati.”
Tradisi bukber ini kini tidak hanya menjadi kegiatan sosial, tetapi juga sarana spiritual. Di setiap gigitan kurma dan tegukan teh manis, terselip rasa syukur, kehangatan, dan kebersamaan yang meneguhkan arti Ramadhan bagi warga RW 08.(*)
Red.