Irak, bertanya.id - World Islamic Summit on Education (WISE) 2025 digelar di Najaf, Irak, mempertemukan sekolah-sekolah dari berbagai negara dalam forum pendidikan internasional yang berlangsung dua tahunan. Pertemuan ini pertama kali digagas di Istanbul, Turki, pada 2019.
WISE 2025 mengangkat tema Training Future Leaders dengan fokus pada tantangan pendidikan di era digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Sejumlah pembicara dari berbagai negara hadir untuk membahas strategi penguatan kepemimpinan generasi muda di tengah perubahan teknologi yang cepat.
Indonesia diwakili oleh Muthahhari Schools yang turut berpartisipasi dalam berbagai rangkaian kegiatan WISE 2025. Forum ini juga menjadi puncak dari sejumlah ajang internasional yang telah digelar sebelumnya, di antaranya Lomba Tahfizh Internasional Urwatul Wutsqa, WISE Talent untuk seni dan puisi, serta WISE Talks untuk lomba public speaking.
Dalam ajang tersebut, Muthahhari Schools mencatatkan sejumlah prestasi. Ananda Dian dari SMP Plus Muthahhari meraih juara kedua kategori Tahfizh tingkat SMP. Di bidang seni, Ananda Avicenna Sang Abid Anavi dari SMP Bahtera meraih juara pertama karya seni dan lukisan kategori usia 14–18 tahun. Sementara itu, Mirza Ali Musyaffa dari SMA Plus Muthahhari masuk lima besar atau juara harapan pertama pada ajang WISE Talks, lomba public speaking internasional.
WISE 2025 juga menandai penganugerahan perdana WISE Prize Awards, yakni penghargaan bagi program pendidikan yang dinilai memberikan dampak nyata. Tiga kategori yang diperebutkan meliputi sekolah, keluarga, dan komunitas.
Penghargaan kategori dampak pada sekolah diraih Alim Academy dari Amerika Serikat. Kategori partisipasi keluarga diraih al-Hadi Schools, juga dari Amerika Serikat. Adapun kategori dampak pada komunitas diraih Sekolah Muthahhari melalui program Spiritual Workcamp yang telah berjalan selama 25 tahun.
Program Spiritual Workcamp dinilai berhasil menumbuhkan empati dan kepedulian sosial siswa melalui kegiatan pengabdian langsung di masyarakat desa. Pendekatan ini dinilai relevan dalam memperkuat pendidikan karakter di tengah era disrupsi digital.
Saat ini, WISE menaungi 77 sekolah dari 17 negara di berbagai benua. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring meningkatnya kolaborasi pendidikan lintas negara.
Prestasi yang diraih Muthahhari Schools di WISE 2025 menjadi bagian dari kontribusi pendidikan Indonesia dalam forum pendidikan internasional.(*)
Red.