zmedia

Vespa Pelan, Persib Menyerang: VAC Maderland Pandawa Warnai Nobar El Clasico

Bandung, bertanya.id - Deru mesin Vespa yang biasanya mengalun pelan sore itu berpadu dengan teriakan gol yang meledak serentak. Komunitas Vespa VAC Maderland Pandawa memeriahkan acara nonton bareng laga klasik Persib Bandung vs Persija Jakarta di Kopiluvium Cafe, Kiara Artha Park, Minggu sore, 11 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.

Suasana mendadak bergemuruh ketika Persib mencetak gol cepat pada menit ke-8. Sepakan Beckham menjadi pemantik sorak-sorai. Bukan hanya syal biru yang terangkat, tetapi juga helm-helm Vespa yang ikut mengangguk dalam euforia. Di antara gelas kopi dan tawa lepas, Persib dan Vespa menyatu dalam satu semangat: kebersamaan.
Di balik layar nobar, VAC Maderland Pandawa bukan sekadar komunitas penikmat bola. Mereka adalah sekumpulan pecinta skuter klasik yang menjadikan jalanan sebagai ruang persaudaraan. Vespa-vespa tua berjejer rapi di area parkir, menjadi saksi bahwa usia bukan penghalang untuk terus bergerak dan berkumpul.

“Di Vespa, yang penting bukan cepat sampai, tapi sampai bersama,” ujar Heri Uap, salah satu anggota komunitas, sambil tersenyum menatap layar pertandingan.

Tak ada atribut mewah atau motor keluaran terbaru. Yang dirawat justru besi tua bernama Vespa—dirawat dengan sabar, dikendarai dengan bangga. Setiap kopdar, termasuk nobar ini, bukan soal pamer kendaraan, melainkan berbagi cerita: dari mesin mogok di tanjakan, hujan saat touring, hingga secangkir kopi yang menghangatkan malam.
VAC Maderland Pandawa menempatkan kebersamaan di atas segalanya. Prinsipnya sederhana: tidak meninggalkan kawan di jalan, tidak jumawa di persimpangan. Nilai itu pula yang terasa kuat sore itu—saat sepak bola, kopi, dan Vespa menjalin ikatan yang sama.

Di tengah dunia yang serba cepat, mereka memilih pelan. Namun justru di situlah maknanya: persaudaraan yang tak lapuk oleh waktu, seperti Vespa yang terus hidup meski usia menua.(Hyt)