zmedia

Gol Persib Menggema dari Kiaracondong




Bandung, bertanya.id - Teriakan gol pecah di Kecamatan Kiaracondong, Bandung, Minggu sore, 11 Januari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Gol Persib Bandung pada menit ke-8 laga melawan Persija Jakarta langsung disambut sorak sorai ratusan warga yang mengikuti acara nonton bareng di area siaran langsung kecamatan tersebut.

Pertandingan klasik Persib vs Persija itu ditayangkan melalui layar besar yang dipasang di ruang terbuka. Sejak siang hari, warga sudah mulai berdatangan secara berkelompok. Ada yang datang bersama keluarga, komunitas suporter, hingga warga sekitar yang sekadar ingin merasakan atmosfer pertandingan besar tanpa harus pergi ke stadion.

Panitia penyelenggara menyiapkan cemilan gratis berupa baso tahu cuangki yang dibagikan kepada penonton. Sajian sederhana itu menjadi pelengkap suasana, membuat nonton bareng terasa seperti hajatan kampung—akrab dan meriah.
Ketika gol Persib tercipta melalui skema serangan dari sisi sayap, suasana mendadak berubah riuh. Teriakan “goool” terdengar serempak, disusul yel-yel “Persib Bandung” yang diteriakkan berulang kali. Suaranya menggema hingga ke lingkungan sekitar lokasi nonton bareng. Seorang penonton menyebut suasana itu tak kalah dengan atmosfer stadion. “Rasanya gol Persib di sini lebih keras dari di stadion,” ujarnya sambil tertawa.

Sorakan penonton terus mengalir beberapa menit setelah gol tercipta. Sebagian warga berdiri, sebagian lainnya saling bertepuk tangan. Anak-anak ikut menirukan teriakan dukungan, sementara pedagang kecil di sekitar lokasi tetap melayani pembeli sambil sesekali melirik layar.

Acara nonton bareng berlangsung tertib. Aparat kewilayahan bersama panitia terlihat berjaga di sejumlah titik. Tidak tampak pengamanan berlebihan, namun cukup untuk memastikan kegiatan berjalan aman. Hingga pertandingan memasuki menit-menit berikutnya, situasi terpantau kondusif tanpa gangguan berarti.

Edo, warga Kiaracondong yang mengikuti nonton bareng sejak awal pertandingan, berharap kegiatan serupa dapat terus digelar. Menurut dia, acara tersebut bukan sekadar hiburan, melainkan juga ruang pertemuan warga. “Acara seperti ini perlu dilanjutkan di pertandingan berikutnya. Nonton bareng sambil makan baso tahu cuangki gratis membuat suasana lebih akrab,” katanya.

Ia juga mengusulkan agar nonton bareng tak hanya digelar untuk laga Persib. “Kalau bisa, momen lain juga diselenggarakan, seperti Piala Dunia. Warga pasti antusias,” ujarnya.

Menurut Edo, penyelenggaraan acara sudah berjalan baik. Keamanan dinilai cukup, dan koordinasi panitia dengan aparat kewilayahan terlihat rapi. “Keamanannya kondusif. Terima kasih kepada panitia dan Kecamatan Kiaracondong,” katanya.

Nonton bareng Persib vs Persija di Kiaracondong sore itu menjadi penanda bahwa sepak bola, bagi sebagian warga Bandung, bukan hanya soal pertandingan di lapangan. Ia menjadi alasan untuk berkumpul, berbagi ruang, dan merayakan kebersamaan—bahkan dari kejauhan stadion.(Hyt)