zmedia

Menanti Magis Messi atau Lahirnya Era Baru Spanyol



bertanya.id - Piala Dunia 2026 tinggal menyisakan satu pertandingan. Setelah melewati persaingan panjang, Argentina dan Spanyol akan saling berhadapan dalam laga final yang diprediksi berlangsung ketat.

Sebelumnya, empat tim yang diperkirakan melaju ke semifinal adalah Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Sementara Maroko muncul sebagai kuda hitam yang mampu menunjukkan perkembangan sepak bola Afrika di panggung dunia.

Kini, perhatian tertuju kepada dua tim yang datang dengan modal berbeda, tetapi memiliki satu kesamaan: mental juara.

Argentina masih bercokol di puncak peringkat FIFA. Tim berjuluk Albiceleste itu juga datang sebagai juara Copa América 2024. Di sisi lain, Spanyol mengusung kepercayaan diri tinggi setelah menjuarai UEFA Nations League 2022–2023 dan Piala Eropa 2024.

Spanyol memiliki kekuatan pada kombinasi pemain muda dan pengalaman. Lamine Yamal menjadi wajah generasi baru La Furia Roja dengan kecepatan dan kreativitasnya. Di lini depan, Mikel Oyarzabal dan Ferran Torres siap menjadi pembeda.

Lini tengah menjadi salah satu senjata utama Spanyol. Rodri, peraih Ballon d’Or 2024, menghadirkan keseimbangan permainan bersama Pedri yang dikenal piawai mengatur ritme pertandingan.

Namun, Argentina bukan lawan yang mudah ditaklukkan. Sejak menjuarai Piala Dunia 2022, konsistensi permainan mereka tetap terjaga.

Lionel Messi masih menjadi pusat permainan bersama Julián Álvarez dan Lautaro Martínez. Dukungan Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, dan Rodrigo De Paul membuat lini tengah Argentina tetap solid. Di belakang, Cristian Romero dan Nicolás Otamendi menjaga pertahanan, sementara Emiliano Martínez menjadi benteng terakhir.

Ketergantungan Argentina terhadap Messi masih terlihat dalam beberapa pertandingan. Ketika pergerakannya mampu dibatasi, aliran serangan Albiceleste kerap kehilangan daya gedor.

Hal itu sempat terjadi saat menghadapi Inggris. Selama sekitar satu jam, Messi berhasil dikunci dan Argentina tertinggal. Namun, hanya dalam hitungan menit, sang kapten membalikkan keadaan melalui dua assist yang mengantar timnya menuju final.

Momen tersebut kembali menegaskan bahwa pengaruh Messi tidak hanya hadir lewat kemampuan individu, tetapi juga melalui kepemimpinan dan semangat yang ditularkannya kepada rekan-rekannya.

Final nanti menjadi panggung bagi dua generasi berbeda: Argentina yang masih bertumpu pada magis Messi dan Spanyol yang tengah membangun era baru dengan deretan pemain mudanya.

Jawaban atas pertanyaan siapa yang paling layak mengangkat trofi Piala Dunia 2026 akan ditentukan di atas lapangan. Yang pasti, laga final pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB itu menjanjikan pertarungan yang sulit dilupakan.(*)