zmedia

Rumah Warga Babakan Sari Dibedah, Shiddiqiyyah Lanjutkan Program Rumah Syukur Kemerdekaan


Bandung, bertanya.id - Program Santunan Nasional Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni kembali menyasar warga Kota Bandung. Tahun ini, rumah milik Asiah bersama putranya, Tatang, di RT 04 RW 12, Kelurahan Babakan Sari, Kecamatan Kiaracondong, menjadi penerima bantuan bedah rumah dalam rangka Tasyakuran Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-81. Bandung, 27 Juli 2026.

Program tersebut merupakan kegiatan tahunan yang digelar Pondok Pesantren Shiddiqiyyah sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia. Pelaksanaannya dilakukan secara berjenjang melalui kepengurusan organisasi di daerah.
Pengurus Daerah Libra Dila Berkat Rohmat Allah (Dibra) Shiddiqiyyah, Ustaz Sodikin, mengatakan kepengurusan daerah bertugas melaksanakan program yang telah ditetapkan oleh pengurus pusat. Salah satu program yang secara konsisten dijalankan setiap menjelang Hari Kemerdekaan adalah pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan bagi masyarakat kurang mampu.

"Program ini merupakan amanah dari pusat yang dilaksanakan oleh kepengurusan di daerah. Tujuannya membantu masyarakat yang belum memiliki rumah layak huni sekaligus sebagai wujud syukur atas nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia," kata Sodikin.

Menurut dia, sejak program tersebut dimulai pada 2002, pembangunan Rumah Syukur Kemerdekaan di wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung telah mencapai sembilan unit. Sementara di Kota Cimahi, jumlah rumah yang telah dibangun sekitar 11 hingga 12 unit.

Sodikin menjelaskan, seluruh biaya pembangunan rumah tidak berasal dari pemerintah, melainkan dari hasil gotong royong para murid Shiddiqiyyah yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Dana yang terkumpul kemudian disalurkan untuk membangun rumah bagi warga yang dinilai layak menerima bantuan.

Ia mengatakan program tersebut bukan sekadar memberikan bantuan fisik berupa rumah, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial. Melalui gotong royong, para murid Shiddiqiyyah ikut berpartisipasi membantu masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang penerima.

Rumah Asiah di Babakan Sari menjadi salah satu penerima manfaat pada pelaksanaan tahun ini. Setelah proses pembangunan selesai, keluarga tersebut diharapkan dapat menempati rumah yang lebih aman, sehat, dan layak huni.

Program Rumah Syukur Kemerdekaan telah menjadi agenda rutin Pondok Pesantren Shiddiqiyyah setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui kegiatan itu, peringatan kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dalam bentuk seremonial, tetapi juga melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Bagi penyelenggara, menghadirkan rumah layak huni bagi warga kurang mampu merupakan salah satu cara mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata sekaligus memperkuat nilai gotong royong yang menjadi bagian dari kehidupan berbangsa.(Hyt)



Red.