Bandung, bertanya.id — Keluarga Besar KB FKPPI 10.09 Kota Bandung menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Kontingen Garuda Indonesia saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon, Timur Tengah.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un,” ujar KB FKPPI 10.09 Kota Bandung, Adde Mararif Surachmadi, S.E., dalam keterangannya, Kamis, 2 April 2026.
Adde mengatakan, ketiga prajurit tersebut merupakan bagian dari Satuan Tugas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-S yang berada di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Mereka dilaporkan gugur dalam tugas di wilayah Lebanon Selatan pada 29–30 Maret 2026.
Menurut dia, insiden terjadi akibat serangan artileri atau ledakan yang menghantam area sekitar pos penjagaan tempat para prajurit bertugas. Situasi keamanan di wilayah tersebut memang dilaporkan masih fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir.
Tiga prajurit yang meninggal dunia masing-masing adalah Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur Ichwan, dan Praka Farizal Rhomadho.
Adde menyampaikan, FKPPI Kota Bandung turut berbelasungkawa yang mendalam atas gugurnya para prajurit tersebut. Ia menyebut mereka sebagai syuhada yang telah mengabdikan diri demi menjaga perdamaian dunia.
“Kami keluarga besar FKPPI Kota Bandung turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya tiga prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara,” kata dia.
Ia juga mendoakan agar para almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. “Semoga diampuni segala dosa-dosanya, diterima iman dan Islamnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujarnya.
Selain itu, Adde menyampaikan harapan agar keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dalam menghadapi cobaan ini. “Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan keikhlasan,” kata dia.
Kontingen Garuda merupakan bagian dari kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sejak lama, prajurit TNI terlibat dalam berbagai operasi penjaga perdamaian di sejumlah wilayah konflik, termasuk Lebanon.
Peristiwa ini kembali menegaskan besarnya risiko yang dihadapi prajurit Indonesia di daerah penugasan. Di tengah mandat menjaga stabilitas dan keamanan, ancaman keselamatan tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas tersebut.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut terkait kronologi detail kejadian maupun perkembangan situasi terakhir di lokasi insiden. Namun, duka dari berbagai pihak, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti FKPPI, terus mengalir sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian para prajurit tersebut.(*)
Red.