zmedia

Relawan Bersatu di Taman Pramuka, Buka Puasa Jadi Simbol Kolaborasi Kemanusiaan


Bandung, bertanya.id - Semangat kemanusiaan terasa kuat dalam kegiatan Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Relawan serta Potensi Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jawa Barat–Jabodetabek yang digelar di Taman Pramuka, Kota Bandung, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat solidaritas lintas komunitas relawan yang selama ini bergerak di garis depan saat terjadi bencana.

Acara yang dihadiri sekitar 680 peserta tersebut mempertemukan berbagai unsur relawan, komunitas kebencanaan, hingga pemangku kebijakan. Buka puasa bersama itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan simbol bahwa kolaborasi kemanusiaan terus terjalin tanpa mengenal awal maupun akhir.

“Ini bukan soal awal atau akhir sebuah pertemuan. Ini bukti bahwa kita semua berkolaborasi demi satu kata: kemanusiaan,” ujar Muhammad Farhan dalam sambutannya.
Farhan menegaskan, Kota Bandung yang memiliki dinamika tinggi membutuhkan sinergi kuat antara pemerintah, relawan, dan masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus menjadi kesadaran bersama, apalagi wilayah Jawa Barat memiliki potensi risiko bencana yang cukup tinggi.

Dalam forum tersebut hadir pula Direktur Bina Potensi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Agus Haryono, yang menekankan pentingnya penguatan jaringan potensi SAR di daerah. Ia menyebut relawan merupakan bagian penting dalam sistem pencarian dan pertolongan nasional.

Sementara itu Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, mengapresiasi peran relawan yang selama ini aktif membantu operasi kemanusiaan di berbagai wilayah.

Turut hadir pula Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, praktisi manajemen kebencanaan Bayu Tresna, serta analis kebencanaan Ebet Nugraha yang memberikan pandangan mengenai pentingnya penguatan sistem mitigasi bencana di daerah.

Diskusi dalam kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Ato dari V Care-U dan diinisiasi oleh Ketua Umum GADAMUSA Darmanto.

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi gagasan tentang peningkatan kapasitas relawan dan koordinasi lintas lembaga dalam menghadapi bencana. Para peserta sepakat bahwa kehadiran relawan sering kali menjadi garda terdepan saat bencana terjadi.

Di tengah dinamika perubahan iklim dan meningkatnya potensi bencana di berbagai daerah, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam memperkuat ketahanan kemanusiaan.(Hyt)