Cimahi, bertanya.id - Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menghadiri pengukuhan pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Cimahi periode 2025–2030 di Pendopo DPRD Kota Cimahi, Kamis (12/3/2026).
Dalam momentum tersebut, Adhitia memberikan instruksi tegas agar organisasi kemasyarakatan mulai bergerak mandiri dan tidak hanya bergantung pada sokongan anggaran pemerintah.
Acara yang turut dihadiri tokoh nasional sekaligus Ketua FPK Jawa Barat, Ceu Popong, serta unsur Forkopimda ini, meresmikan H. Totong Solehudin sebagai Ketua FPK Kota Cimahi untuk masa bakti lima tahun ke depan.
Adhitia menekankan bahwa FPK memiliki peran vital sebagai benteng persatuan di tengah heterogenitas suku dan budaya di Kota Cimahi. Ia menyebut keberagaman ini bukan sekadar pajangan, melainkan fondasi pembangunan yang nyata.
"FPK adalah wadah yang menyatukan keanekaragaman di Kota Cimahi. Ini aset bernilai tinggi dan menjadi fondasi penting untuk membangun Cimahi yang lebih mantap," tegas Adhitia saat diwawancarai awak media.
Poin utama yang ditekankan Adhitia adalah perubahan paradigma dalam menjalankan program organisasi. Ia menuntut FPK untuk lebih inovatif dalam menggali potensi internal anggotanya yang berasal dari berbagai latar belakang profesional.
“Ke depan kita harus memperkuat kolaborasi. Saya tegaskan, tidak semua program harus bergantung pada APBD. Dengan latar belakang anggota FPK yang beragam, mulai dari pengusaha hingga tokoh masyarakat, ada potensi besar yang bisa dikembangkan secara mandiri untuk membantu pemerintah,” tambahnya dengan nada lugas.
Senada dengan visi tersebut, Ketua FPK terpilih, Totong Solehudin, menyatakan komitmennya untuk membawa FPK keluar dari zona nyaman. Ia berencana menjadikan promosi budaya antar-etnis sebagai daya tarik investasi di Kota Cimahi.
"Kami fokus pada pendekatan budaya. Jika urusan agama sudah ada FKUB, maka di FPK kita bicara kebersamaan lewat tradisi dan budaya. Kekuatan budaya ini akan kami dorong untuk menghidupkan kegiatan ekonomi daerah," jelas Totong.
Pemerintah Kota Cimahi menaruh ekspektasi tinggi agar FPK tidak hanya menjadi simbol persatuan, tetapi menjadi mitra strategis yang aktif dalam akselerasi pembangunan dan stabilitas sosial di Kota Cimahi. (Gani Abdul Rahman)