Bandung, bertanya.id — Puluhan massa solidaritas Palestina menggelar aksi peringatan Hari Al-Quds Internasional di depan Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Jumat (13/3). Aksi bertajuk “Menggugat Nurani Dunia, Melawan Arsitek Genosida” itu diikuti sejumlah organisasi, di antaranya YES Indonesia dan Aliansi Nasional Anti Zionis, bersama elemen masyarakat sipil lainnya.
Sejak siang, peserta aksi berkumpul sambil membawa poster dan spanduk berisi seruan solidaritas. Mereka secara bergantian menyampaikan orasi yang menyoroti eskalasi konflik di Timur Tengah serta dampaknya terhadap warga sipil. Dalam orasinya, koordinator aksi Ahmad Fauzi menegaskan bahwa peringatan Hari Al-Quds bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk sikap moral terhadap situasi kemanusiaan yang dinilai masih memprihatinkan.
“Momentum ini kami gunakan untuk mengingatkan bahwa isu Al-Quds menyangkut nilai keadilan dan kemanusiaan. Dunia tidak boleh diam,” ujar Ahmad di sela kegiatan.
Perwakilan YES Indonesia, Rina Maulida, menyampaikan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran publik tentang pentingnya solidaritas lintas negara. Menurut dia, isu Al-Quds telah menjadi perhatian global karena berkaitan dengan perdamaian dan hak asasi manusia. “Kami berharap ada dorongan kuat dari komunitas internasional untuk menghentikan kekerasan dan membuka ruang dialog yang adil,” katanya.
Dalam pernyataan sikap bersama, massa menegaskan bahwa Al-Quds dipandang sebagai simbol moral global yang merepresentasikan nilai kemanusiaan dan persaudaraan antarbangsa. Mereka juga menyerukan agar berbagai pihak mengedepankan pendekatan damai dalam penyelesaian konflik.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat melambat, namun tetap terkendali. Setelah menyampaikan orasi dan pernyataan sikap, peserta aksi membubarkan diri dengan tertib.(*)
Red.