Bandung, bertanya.id - Kekaguman terhadap Sukarno dengan penyebutan namanya dengan hormat banyak saya temukan secara tidak langsung dalam berbagai literatur pemimpin dunia Nelson Mandela, Yasser Arafat, Nehru bahkan Che Guevara! Iya Che Guevara yang wajahnya menjadi ikon para aktivis kiri menyebutkan Sukarno sebagai pemimpin dunia yang paling dia kagumi dalam buku biografi tentang dirinya!
Namun yang bagi saya luar biasa dan baru saya temukan ketika membaca Memoar Rahbar Imam Ali Khamenei berjudul Cell No.14, sesaat setelah dia dibunuh dengan rudal secara biadab. Saya menemukan Khamenei menyebut nama Sukarno sebagai pemersatu kekuatan anti-imperialisme dunia!
Dalam memoar itu disebutkan oleh Khamenei ketika dirinya dipenjara oleh regime Shah Reza Pahlevi bersama salah seorang aktivis komunis. Aktivis komunis yang baru saja diseret ke penjara pada hari itu. Khamenei menyaksikan bahwa sepertinya kawan komunis tadi tidak diberi makan, lalu Khamenei memberikan makanannya dari jatah iftarnya, kali pertama kawan komunis itu diam. Karena melihat kawan satu selnya itu sangat lemas, maka dia agak memaksakan makanan dia suapkan ke mulutnya.
Setelah makan sesuap demi sesuap, kawannya itu mulai bertenaga. Khamenei menemani kawan itu terus. Pada malam hari ketika Khamenei muda hendak sholat, tiba2 kawannya ini bicara: saya adalah seorang komunis dan tidak mempercayai agama apapun. Oh, Khamenei kemudian menangkap pikiran kawannya, karena dia dengan identitasnya adalah aktivis Islamis (Khamenei memakai turban) sepertinya mungkin dia menganggap bahwa sikap halus Khamenei ini sebagai cara dia untuk mengajak kawan satu selnya mendekat dan memeluk Islam.
Khamenei menunda sebentar sholatnya dan dia berkata: Bung pasti kamu tahu tentang seorang figur pejuang anti Imperialisme namanya Sukarno. Sukarno dengan pikiran dan tindakannya hendak menyatukan kekuatan anti-imperialisme Asia-Afrika melalui Konferensi Bandung 1955 bukan berdasarkan persamaan ras, suku, etnik, agama atau ideologi yang sama, namun karena kita masing-masing memiliki kesatuan kebutuhan dan kesatuan aspirasi untuk merdeka dari penindasan. Kita saat ini disatukan oleh nasib dan takdir kedepan kita sama-sama tidak tahu.
Setelah itu dia melihat kawannya lebih tenang dan Khamenei menyarankan kawannya komunis itu istirahat dan dia bersama kawan lainnya memulai untuk sholat malam.
Sukarno telah mencairkan suasana diantara kawan-kawan dipenjara.
Saat ini ketika Khamenei wafat salah seorang anak dari Sukarno, Presiden Kelima Megawati Sukarnoputri mengucapkan belasungkawa dan memberi hormat setinggi-tingginya kepada syahidnya Rahbar Imam Ali Khamenei.
Sukarno, Ali Khamenei dan kawan aktivis kiri satu sel dipersatukan oleh kehendak untuk merdeka!. (*)
Red.