Bandung, bertanya.id - Di tengah riuh tahun ajaran baru, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung kembali menjadi sorotan. Sistem penerimaan murid baru, pemerataan akses, hingga isu transparansi kebijakan menjadi perbincangan publik. Di antara dinamika itu, nama Dani Nurrahman kerap muncul sebagai salah satu pejabat yang berada di lingkar pengambil keputusan.
Dani bukan tipe birokrat yang gemar tampil. Namun perannya terasa dalam sejumlah kebijakan administratif yang berdampak langsung pada ribuan siswa. Berpengalaman lama di lingkungan pendidikan, ia memahami kerja teknis sekolah—dari pembinaan tingkat SMP hingga koordinasi lintas bidang di internal dinas.
Sejumlah agenda strategis, terutama terkait penerimaan peserta didik baru, menempatkannya sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah kota dan realitas di lapangan. Dalam beberapa kesempatan, ia menegaskan pentingnya menjaga proses tetap sesuai aturan serta mengedepankan prinsip akuntabilitas.
Bagi Dani, pendidikan tak berhenti pada angka partisipasi atau laporan tahunan. Ia menyebut kepercayaan publik terhadap sekolah negeri sebagai hal yang mesti dijaga. Di tengah tuntutan transparansi dan pemerataan kualitas, birokrasi, menurutnya, harus bekerja rapi dan konsisten.
Atas dedikasi dan pengabdian tersebut, media online bertanya.id menyampaikan apresiasi. Media ini menilai komitmen dalam menjaga tata kelola pendidikan sebagai bagian penting dari upaya memperkuat layanan publik.
Sinergi antara aparatur dan media, pada akhirnya, menjadi elemen yang tak terpisahkan. Pendidikan bukan sekadar urusan regulasi, melainkan ruang kepercayaan yang dibangun bersama.(Hyt)