zmedia

Menata Akhlak, Menghidupkan Adab


Bandung, bertanya.id - Pengajian Ahad Al-Munawwarah kembali menjadi ruang meneduhkan bagi jamaah yang merindukan siraman rohani di awal tahun. Kali ini, kajian mengangkat tema “Adab dalam Pandangan Imam ‘Ali as.”, sebuah topik mendalam tentang akhlak sebagai fondasi kehidupan beriman. Bandung, 4 Januari 2026.
Kajian disampaikan oleh Ustadz Maran Sutarya, yang mengulas bagaimana Imam ‘Ali as. Adab dalam Pandangan Imam ‘Ali as.

Imam ‘Ali bin Abi Thalib as. menempatkan adab (akhlak mulia) sebagai fondasi utama kehidupan manusia. Menurut beliau, adab bukan sekadar sikap lahiriah, tetapi cerminan kedalaman iman, kecerdasan akal, dan kejernihan hati.

1. Adab Lebih Tinggi dari Ilmu
Imam ‘Ali as. berkata:
“Adab yang baik adalah warisan terbaik.”
Maknanya, ilmu tanpa adab dapat menyesatkan, sementara adab mampu menjaga ilmu agar membawa manfaat dan keberkahan.

2. Adab Menjadi Ukuran Kemuliaan
Dalam pandangan Imam ‘Ali as., kemuliaan seseorang tidak diukur dari harta, jabatan, atau keturunan, melainkan dari adabnya dalam berbicara, bersikap, dan mengambil keputusan.

3. Adab dalam Lisan
Beliau menekankan pentingnya menjaga ucapan:
“Lisan orang berakal berada di balik hatinya, sedangkan hati orang bodoh berada di balik lisannya.”
Artinya, orang beradab berpikir sebelum berbicara, tidak melukai dengan kata-kata.

4. Adab dalam Ilmu dan Perbedaan
Imam ‘Ali as. mengajarkan adab saat berbeda pendapat: tidak merendahkan, tidak memaksakan, dan tetap menjunjung keadilan serta hikmah.

5. Adab kepada Allah dan Sesama
Adab tertinggi adalah taat kepada Allah, yang tercermin dalam kejujuran, kesabaran, rendah hati, dan kasih sayang kepada sesama manusia.menempatkan adab bukan sekadar pelengkap ibadah, melainkan cermin kemuliaan iman dan kecerdasan ruhani seseorang. Jamaah diajak merenungi bahwa ilmu tanpa adab ibarat cahaya tanpa arah.
Kegiatan pengajian berlangsung pada Ahad, 4 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Al-Munawwarah, Bandung. Suasana khidmat terasa sejak awal, dipenuhi semangat jamaah untuk memperbaiki diri melalui pemahaman akhlak Islami.
Bagi masyarakat yang belum sempat hadir secara langsung, pengajian ini juga dapat disimak melalui kanal YouTube JRTV, sebagai upaya memperluas manfaat dakwah dan ilmu ke tengah masyarakat.

Pengajian Ahad Al-Munawwarah diharapkan terus menjadi oase ilmu dan adab, menuntun umat untuk menapaki jalan kebaikan dengan hati yang bersih dan perilaku yang mulia.(*)


Red.