zmedia

Bandung Rekrut Ribuan Petugas Pemilah Sampah Demi Budaya Baru Rumah Tangga

Bandung, bertanya.id — Kota ini tengah menyiapkan eksperimen sosial terbesar dalam sejarah pengelolaan sampahnya. Mulai 2026, Pemerintah Kota Bandung akan merekrut 1.597 petugas pemilah sampah yang ditempatkan di setiap RW. Mereka bukan sekadar penjaga TPS, tetapi armada lapangan yang menyusuri rumah demi rumah untuk memastikan perilaku memilah sampah tidak lagi sekadar slogan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut langkah itu sebagai momen perubahan kultur.
“Bayangkan akan ada yang datang ke rumah sambil bilang: ‘Punten bu, mana sampah organiknya? Yang non-organik tinggalin nanti ada yang ambil.’ Itu akan jadi kebiasaan baru di Bandung,” ujarnya dalam ajang Anugerah PRMN 2025 di Ballroom Harris Hotel & Conventions Festival Citylink Bandung, Jumat, 5 Desember 2025.
Jika seluruh rancangan berjalan mulus, Bandung akan memiliki lebih dari 4.500 personel yang setiap hari bergerak dari lorong ke lorong, melakukan inspeksi kecil, memberi edukasi, sekaligus menutup celah agar sampah tak lagi tercampur di sumbernya. Pemerintah kota percaya, investasi pada manusialah yang akan memecahkan kebuntuan, bukan sekadar menambah armada pengangkut atau memperluas tempat pembuangan.

Di sisi lain, Bandung juga menumpuk perangkat teknologi untuk menutup lubang sistem.
Rencananya, akan dibangun 30 insinerator berkapasitas 10 ton, teknologi roller dryer organik, serta biodigester yang ditempatkan di pasar-pasar besar seperti Gedebage dan Sarijadi.

Farhan menuturkan contoh yang sudah berjalan di Pasar Gedebage. Delapan ton sampah muncul setiap hari, terutama dari sisa pisang.
“Tapi sekarang jam 12 siang semua hilang, habis diolah,” katanya.

Ambisi “Bandung tanpa sampah” kini memasuki fase ofensif: menata perilaku warga, menggelar pasukan baru, dan memasang mesin-mesin pengolah.
Tapi ada pekerjaan rumah yang tak ringan: bagaimana memastikan warga menerima kehadiran petugas yang datang mengetuk pintu setiap hari, memeriksa isi kantong sampah, dan menegur jika perlu.

Untuk saat ini, Pemerintah Kota Bandung tampak yakin. Kota ini tak sekadar ingin bersih. Ia ingin menumbuhkan kebiasaan baru — bahwa sampah diperlakukan serius, sejak masih di beranda rumah.(Hyt)