zmedia

Hanggar Terbuka untuk Publik: Wisata Edukasi Dirgantara di PT Dirgantara Indonesia


Bandung, bertanya.id - Destinasi wisata edukasi yang unik di penerbangan wisatawan bisa melihat langsung dunia industri penerbangan Indonesia dari balik hanggar produksi pesawat. Melalui program Edutainment Dirgantara Indonesia, masyarakat diajak menyelami proses, produk hingga sejarah kedirgantaraan nasional di kawasan pabrik PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang berada tak jauh dari Bandara Internasional Husein Sastranegara.

Program eduwisata ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus rekreasi (edutainment) yang mempertemukan publik dengan satu-satunya industri manufaktur pesawat terbang di kawasan Asia Tenggara. Melalui tur berdurasi sekitar 45 menit, pengunjung diajak berkeliling area pabrik menggunakan Bandros (Bandung Tour on Bus), didampingi langsung oleh pemandu dari kalangan karyawan PTDI yang memahami seluk-beluk dunia dirgantara.

“Lewat program ini, kami ingin membuka akses masyarakat untuk mengenal lebih dekat proses produksi pesawat dan berbagai produk dirgantara buatan anak bangsa. Selama ini kawasan ini relatif tertutup untuk umum, sehingga Edutainment Dirgantara menjadi jembatan antara industri strategis dan masyarakat,” ujar Humas PTDI, Kerry Apriawan.
Salah satu daya tarik utama eduwisata ini adalah kunjungan ke hanggar PTDI yang menampilkan koleksi pesawat produksi dalam negeri. Pengunjung dapat melihat langsung sejumlah pesawat legendaris hingga generasi terbaru, seperti N250, NC212i, CN235, serta N219 Nurtanio. Selain pesawat berawak, PTDI juga memamerkan wahana tanpa awak seperti PTTA Wulung dan UAV Elang Hitam yang dikembangkan untuk kebutuhan pertahanan dan pemantauan.

Berbagai produk dirgantara tersebut telah menembus pasar internasional dan digunakan di sejumlah negara Asia Tenggara, Timur Tengah hingga Afrika. Melalui kunjungan ini, masyarakat diperlihatkan bahwa karya insinyur Indonesia memiliki daya saing global.

“Kami ingin menumbuhkan kebanggaan bahwa pesawat-pesawat ini bukan hanya dipakai di dalam negeri, tapi juga diekspor dan digunakan di berbagai negara,” ungkapnya.

Selain melihat pesawat di hanggar, pengunjung juga dapat masuk ke dalam mock up pesawat yang tersedia di gedung khusus PTDI. Di area ini, wisatawan bebas berfoto, merasakan suasana kabin pesawat serta mengenal lebih dekat komponen-komponen pesawat. Tak hanya pesawat, terdapat pula mock up roket dan produk dirgantara lain buatan anak perusahaan PTDI.

Pengalaman unik lainnya adalah kesempatan menyaksikan langsung pesawat komersial lepas landas dan mendarat dari area DI Runway 29 Cafe. Dari lokasi ini, pengunjung dapat menikmati suasana bandara sambil mendengarkan penjelasan pemandu mengenai jenis pesawat yang melintas dan rute penerbangannya. Aktivitas ini menjadi favorit pengunjung, terutama bagi pecinta dunia aviasi dan keluarga yang datang bersama anak-anak.
Khusus pelajar SMA dan SMK, Edutainment Dirgantara Indonesia memberikan pengalaman lebih mendalam dengan memperlihatkan tahapan produksi pesawat secara langsung, mulai dari pengolahan material, perakitan komponen, hingga tahap penyelesaian. Sementara bagi pengunjung umum, proses produksi dijelaskan melalui video edukatif selama perjalanan tur.

Program ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana wisata tetapi juga diharapkan menjadi ruang inspirasi bagi generasi muda untuk mengenal lebih dekat profesi di bidang teknik, manufaktur dan kedirgantaraan. PTDI berharap kunjungan ini dapat memantik minat pelajar untuk menekuni dunia sains dan teknologi, sekaligus memperkenalkan peluang karier di industri strategis nasional.

Kunjungan eduwisata dibagi dalam dua kategori. Untuk pelajar SMA/SMK di Jawa Barat, Edutainment Dirgantara Indonesia menjadi bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PTDI dan tidak dipungut biaya. Kunjungan pelajar dijadwalkan setiap hari Jumat melalui koordinasi dengan pihak sekolah.

Perlu diketahui, kunjungan untuk masyarakat umum dibuka setiap Sabtu dan Minggu pukul 09.00–16.00 WIB dengan tarif Rp30.000 per orang. Demi kenyamanan dan keamanan, jumlah pengunjung dibatasi maksimal 280 orang per hari. Tiket dapat dibeli secara daring maupun langsung di lokasi, meski pengelola menyarankan pembelian online untuk menghindari kehabisan kuota.

Kehadiran Edutainment Dirgantara Indonesia memperkaya ragam wisata tematik di Bandung. Tak hanya menawarkan hiburan, eduwisata ini membawa nilai edukasi dan kebanggaan nasional. Di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata berbasis pengetahuan, konsep edutainment seperti ini dinilai relevan sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.

Melalui keterbukaan akses ke kawasan industri strategis, PTDI berharap masyarakat semakin memahami peran industri dirgantara dalam pembangunan nasional. Lebih jauh, program ini juga menjadi bentuk diplomasi kebanggaan teknologi Indonesia, bahwa negeri ini mampu berdiri sejajar dengan negara lain dalam pengembangan pesawat terbang dan teknologi penerbangan. (kyy)**

Sumber : Diskominfo Kota Bandung