zmedia

Bangkitkan Semangat Bandung, Ratusan Pelajar Gelar Simulasi Konferensi Asia Afrika di Bandung


Bandung, bertanya.id – Semangat "Bandung Spirit" kembali bergelora di Kota Kembang. Sebanyak 98 delegasi siswa dari 15 sekolah di Bandung dan sekitarnya berkumpul di Aula KH. Dr. Jalaluddin Rakhmat untuk menyelenggarakan Simulasi Konferensi Asia Afrika (KAA) 2026. Mengusung tema "Membangun Solidaritas dan Perdamaian Dunia Melalui Diplomasi Pelajar", kegiatan ini menjadi laboratorium diplomasi bagi generasi muda untuk menjawab tantangan global. Bandung, 21 Januari 2026 

Acara yang diprakarsai oleh SMA Plus Muthahhari ini diikuti oleh lebih dari 200 partisipan, termasuk tamu undangan dan guru pendamping. Adapun 15 sekolah yang terlibat aktif sebagai delegasi antara lain: SMA Plus Muthahhari, SMP Plus Muthahhari, SMP Bahtera, SD Cerdas Muthahhari, SMP Al Mukaromah, SMP Plus Al Ghifari, MTsN 2, SMP Pasundan 8, SMP Bina Dharma, SMP Muhammadiyah 5, SMPN 27, SMPN 45, SMPN 14, SMP Vijaya Kusuma, dan SMAN 16.

Diplomasi Multibahasa: Suara 11 Bangsa dan Pesan Kemerdekaan
Salah satu momen paling impresif dalam simulasi ini adalah sesi General Statements, di mana para orator delegasi utama menyampaikan pidato kenegaraan menggunakan berbagai bahasa asing. Keragaman bahasa yang ditampilkan meliputi Bahasa Inggris, Arab, Jepang, hingga Farsi (Persia).

Namun, di tengah keberagaman bangsa-bangsa yang hadir dan sebagian besar telah menikmati kemerdekaannya, sebuah pesan kuat menggema dari atas mimbar. Para diplomat muda ini memberikan perhatian khusus pada nasib Palestina sebagai satu-satunya bangsa dari peserta KAA yang hingga saat ini belum mendapatkan kemerdekaan penuh.

Dari mimbar pelajar ini, disuarakan pesan lantang mengenai urgensi kemerdekaan Palestina dan penghentian konflik di berbagai belahan dunia. "Kita berdiri di sini mewakili bangsa-bangsa yang sudah merdeka, namun hutang sejarah kita kepada Palestina belum lunas. Diplomasi pelajar ini adalah bentuk dukungan moral kami untuk perdamaian abadi," ujar salah satu delegasi dalam pidatonya.

Tiga Pilar Diskusi Strategis
Dalam simulasi sidang ini, para diplomat muda dibagi ke dalam tiga komisi utama untuk merumuskan solusi nyata:

  • Komisi A (Solidaritas Global & Kerja Sama Digital): Fokus utama pada dukungan kemerdekaan Palestina dan penguatan ekonomi baru.
  • Komisi B (Harmoni Jiwa/Mental Health): Membahas resiliensi remaja di era digital dan spiritual.
  • Komisi C (Indonesia Hari Ini): Mengangkat isu integritas anti-korupsi dan solusi krisis nasional.

"Melalui kegiatan ini, murid belajar bahwa mereka memiliki suara dan potensi untuk memberikan kontribusi positif dalam menciptakan perdamaian dunia, sejalan dengan semangat Dasasila Bandung," ujar Ir. Dra. Dewi Listia, M.Si., Kepala SMA Plus Muthahhari.

Hasil Akhir: Final Resolution
Puncak acara ditandai dengan Sidang Pleno II untuk menyusun Final Resolution yang mencakup komitmen perdamaian dunia dan pembacaan kembali Dasasila Bandung. Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada para delegasi sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif mereka dalam diplomasi edukatif ini.

Kontak Media:
Panitia Simulasi KAA SMA Plus Muthahhari
Jl. Kampus II No. 13-17 Babakansari, Kiaracondong, Bandung
Telepon: 022-7204780
Email: info@smaplusmuthahhari.sch.id
Website: www.smaplusmuthahhari.sch.id

Tentang SMA Plus Muthahhari
Dikenal sebagai "Sekolah Para Juara," SMA Plus Muthahhari berkomitmen mewujudkan lulusan yang kompetitif, kreatif, dan berakhlak mulia melalui pembelajaran yang memfasilitasi berbagai kecerdasan.(Hyt)



Red.