Bandung, bertanya.id - Kejahatan jalanan kembali menunjukkan wajah paling kejamnya dengan menyasar mereka yang tak berdaya. Seorang pedagang kecil penjual keju singkong, Bapak Iing, menjadi korban perampasan tabung gas elpiji saat tengah berjualan di Jalan Ciwastra No. 119, Kota Bandung, Selasa malam (30/12/2025).
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB dan berlangsung hanya dalam hitungan detik. Suasana yang semula tampak biasa berubah mencekam ketika seorang pria tak dikenal mengendarai sepeda motor Honda Beat berwarna hitam mendekati lapak korban. Pelaku mengenakan pakaian serba hitam dan bergerak tanpa menimbulkan kecurigaan.
Tanpa sepatah kata pun, pelaku langsung menarik tabung gas elpiji—alat utama Bapak Iing untuk bertahan hidup. Korban sempat berusaha mempertahankan gas tersebut. Namun usia yang sudah lanjut membuat tenaganya tak mampu melawan tarikan pelaku. Aksi tarik-menarik singkat itu berakhir dengan gas elpiji dirampas dan pelaku kabur dengan kecepatan tinggi di tengah lalu lintas malam.
Warga sekitar yang menyadari kejadian tersebut hanya bisa terpaku. Tidak ada perlawanan, tidak sempat ada pengejaran. Pelaku menghilang begitu saja, meninggalkan Bapak Iing dalam kondisi syok—dan lebih dari itu, kehilangan sumber penghasilan hariannya.
Peristiwa ini menambah deretan panjang kejahatan jalanan yang menyasar pedagang kecil di ruang publik Kota Bandung. Modus perampasan cepat dengan target lansia dinilai semakin mengkhawatirkan, sekaligus menjadi cermin rapuhnya rasa aman bagi masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari usaha harian.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun langkah penindakan. Warga berharap aparat segera turun tangan, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian.
Masyarakat mendesak respons cepat dan tegas dari aparat penegak hukum. Perampasan tabung gas bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan perampasan harapan hidup pedagang kecil—terutama lansia—yang setiap hari bekerja di jalanan tanpa perlindungan. (*)
Red.