zmedia

Demokrasi, Warga RW 12 Arumsari Menentukan Pemimpin


Bandung, bertanya.id – Sabtu, 13 Desember 2025, denyut demokrasi tak hanya bergaung di pusat-pusat kekuasaan, tetapi terasa hidup hingga ke lorong-lorong permukiman RW 12 Arumsari, Kelurahan Babakansari, Kecamatan Kiaracondong, Kota Bandung. Sejak pagi hari, warga berdatangan dengan wajah penuh harap untuk mengikuti Pemilihan Ketua RW 12 periode 2025–2030, sebuah agenda penting yang menjadi simbol kedaulatan warga di tingkat paling dasar.

Pemilihan Ketua RW ini menjadi bukti bahwa demokrasi bukan sekadar jargon, melainkan praktik nyata yang dijalankan secara langsung oleh masyarakat. Proses pemilihan digelar secara demokratis, partisipatif, dan transparan, dengan mengedepankan asas keterbukaan, kejujuran, serta musyawarah mufakat. Panitia pemilihan melibatkan unsur warga dan tokoh masyarakat, memastikan setiap tahapan berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku serta menjunjung tinggi hak pilih setiap warga.

Lebih dari sekadar rutinitas lima tahunan, pemilihan ini menjadi ruang refleksi dan penentuan arah masa depan lingkungan. Warga RW 12 Arumsari diberikan kesempatan penuh untuk memilih pemimpin yang dianggap mampu menyuarakan aspirasi, melayani kepentingan bersama, dan merawat harmoni sosial di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang kian kompleks.

Dalam kontestasi kali ini, dua figur dengan rekam jejak kepemimpinan yang mumpuni maju sebagai calon Ketua RW 12. Nomor urut 1, Ujang Dadang, dikenal sebagai mantan Ketua RT 05 Arumsari yang dekat dengan warga dan berpengalaman menangani persoalan-persoalan lingkungan, mulai dari administrasi kependudukan hingga urusan sosial kemasyarakatan. Sementara itu, nomor urut 2, Arif Firman Suntara, merupakan incumbent Ketua RW 12 yang kembali mencalonkan diri dengan membawa semangat keberlanjutan serta penguatan program-program yang telah berjalan.

Jumlah warga yang tercatat memiliki hak pilih mencapai 714 orang, mencerminkan besarnya partisipasi masyarakat dalam menentukan pemimpin lingkungan mereka. Demi menjamin kelancaran, ketertiban, dan pemerataan akses pemilih, panitia membagi proses pemungutan suara ke dalam tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). TPS 1 berlokasi di Sariindah dan melayani warga RT 1, 7, dan 8. TPS 2 bertempat di Al Amanah untuk warga RT 3 dan 4. Sementara TPS 3 disiapkan di wilayah RT 3 untuk melayani warga RT 5 dan 6. Pembagian ini dinilai efektif dalam mengurai antrean dan menjaga kenyamanan pemilih.
Khusus calon nomor urut 2, Arif Firman Suntara, mengusung visi besar bertajuk Armada Taktis. Visi ini merupakan akronim dari Aman, Rukun, Nyaman, Damai, Tertib, Akuntabel, Kreatif, Transparan, Inovatif, dan Sejahtera. Melalui konsep tersebut, ia menargetkan terwujudnya RW 12 sebagai lingkungan yang tidak hanya tertib dan aman, tetapi juga adaptif terhadap perubahan, terbuka dalam pengelolaan, serta mampu mendorong kreativitas dan kesejahteraan warga secara berkelanjutan.

Sementara itu, semangat kompetisi yang sehat terasa kental sepanjang proses pemilihan. Kedua calon menunjukkan sikap saling menghormati, menegaskan bahwa tujuan utama dari kontestasi ini adalah membangun RW 12 Arumsari yang lebih baik, bukan sekadar memenangkan jabatan. Warga pun diharapkan tetap menjaga persatuan dan kerukunan, apa pun hasil akhir pemilihan.

Antusiasme warga tampak sejak bilik suara dibuka. Kaum muda, orang tua, hingga para sesepuh lingkungan turut ambil bagian, menjadikan pemilihan ini sebagai ajang silaturahmi sekaligus perayaan demokrasi warga. Bagi sebagian warga, momen ini menjadi pengingat bahwa suara mereka memiliki arti penting dalam menentukan arah pembangunan lingkungan.

Pemilihan Ketua RW 12 Arumsari akhirnya menegaskan satu hal: demokrasi tidak selalu lahir di gedung-gedung megah atau panggung besar kekuasaan. Ia tumbuh dan berakar kuat dari gang-gang kecil, dari kesadaran kolektif warga untuk bersama-sama menentukan masa depan lingkungannya dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan.(*)